Simak Arti Pribahasa Girilusi Jalmo Tan Keno Ing Ngino Yang Syarat Akan Makna


Bapak saya orang Jawa, ibu saya juga orang Jawa, saya asli jawa sehingga budaya jawa amat lekat dalam diri saya. Sebagai orang Jawa, saya setuju jika suku ini menggunakan banyak sekali perumpamaan atau pribahasa untuk menjelaskan perihal apa pun itu.

Baik berupa sindiran, larangan, pujian, nasihat dan sebagainya. Orang Jawa sangat suka membuat pribahasa yang syarat akan makna.

Yang menjadi pertanyaan apakah orang Jawa itu gak mau berterus terang atau bagaimana?. Jadi begini, kami ini sangat menjunjung tinggi unggah-ungguh atau kesopanan. Jadi kami ini tidak mau menyakiti hati orang lain, jadi kami menggunakan pribahasa yang halus agar tidak terjadi ketidaksukaan yang berujung permusuhan.

Perlu bukti, baiklah. Saya punya sebuah pribahasa dalam bahasa jawa kawi yang berupa nasihat. Ini dia “Girilusi Jalmo Tan Keno Ing Ngino” yang berarti di atas langit masih ada langit.

Nasihat ini digunakan kepada orang yang jumawa terhadap apa yang mereka punya. Mereka sombong akan sesuatu yang dimiliki nya. Padahal di atas mereka masih ada yang lebih, lebih apa? lebih pintar, lebih kaya, lebih sukses, lebih cantik, lebih tampan dan sebagainya.

Bukan kah tuhan telah melarang berperilaku sombong seperti yang tertulis pada surah Al-isra ayat 37 yang berbunyi “ Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung”.

Tapi kok masih ada saja bahkan banyak orang sombong. Sombong terhadap kekuatan nya, kekuasaan nya, kecantikan dan ketampanan nya, kekayaan nya, dan kepintaran nya.
Ingatlah bung, semua itu hanya titipan. Jika nafasmu telah berhenti semua itu hilang.

Girilusi Jalmo Tan Keno Ing Ngino, diatas langit masih ada langit. Sangat syarat akan makna. Saya orang Jawa dan saya bangga terhadap nya.

0 Response to "Simak Arti Pribahasa Girilusi Jalmo Tan Keno Ing Ngino Yang Syarat Akan Makna"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel