Pengertian dan Ciri-Ciri Manusia Purba Meganthropus Palaeojavanicus Yang Di temukan Oleh Von koenigs Wall Pada 1941


Mempelajari sejarah, terutama sejarah manusia diawali dengan ditemukan nya bekas peninggalan manusia purba berupa organ tubuh manusia purba itu sendiri, baik sudah menjadi fosil atau yang masih berbentuk fragmen tetapi tidak utuh.

Ke ingintahuan para ahli mendorong diadakan nya suatu pencarian dan penelitian bekas peninggalan manusia purba di seluruh dunia.

Pencarian yang di lakukan bertahun-tahun ternyata membuah kan hasil, berupa ditemukan nya suatu objek berupa fragmen tulang-belulang dari manusia purba.

Asal Muasal Ditemukan-nya Manusia Purba Diindonesia


Dampak dari penjajahan yang di alami suatu negara ternyata tidak selama-nya barakibat buruk dan negatif, ternyata ada dampak positif yang bisa di ambil dari penjajahan yang di alami suatu negara khusus nya indonesia.

Benar ada nya jika suatu kejadian pasti ada hikmah nya, hal yang bisa di ambil sisi positif nya ialah.

Sisi Positif Ada-nya Penjajahan Diindonesia


Akibat penjajahan, arkeolog-arkeolog dari bangsa asing mulai mejalankan penelitian dan penggalian di seluruh tanah air indonesia. Guna menemukan sejarah manusia purba di indonesia. 

Arkeolog asing sangat kagum dengan penemuan meganthropus di pulau jawa, hal ini mendorong adanya penggalian yang lebih serius.

Manusia Purba Diindonesia Sangat Beragam


Bukan hanya keberagaman hayati dan kekayaan alam yang di miliki, ternyata manusia yang mendiami indonesia pada masa pra-aksara atau dikenal dengan manusia purba sangat beragam. 

Bentuk tubuh manusia purba yang ditemukan di indonesia ternyata berbeda beda dari satu tempat ke tempat yang lain.

Kisah Von Koenigswal Menemukan Meganthropus Palaeojavanicus




Gustav heinrich ralph von koenigswal atau lebih dikenal von koenigswal merupakan arkeolog di bidang paleoantropologi berkebangsaan jerman-belanda.

Beliau lahir di Berlin,13 November 1902 dan meninggal pada tanggal 10 Juli 1982 di Bad homburg vor der hone..

Karena jasa nya terhadap penelitian fosil manusia purba di jawa khusus nya juga asia tenggara, membuat dirinya menjadi figur paleontropologi berpengaruh pada abad 20.

pada tahun 1932 ia berangkat ke bandung sebagai ahli paleontologi juga merupakan wakil dari dinas pertambangan hindia belanda.

Dari sinilah von koenigswal memulai penelitian nya di indonesia dan alhasil von koenigswal menemukan berbagai fragmen manusia purba di beberapa tempat di indonesia. Termasuk meganthropus palaeojavanicus atau manusia kera tertua di jawa.

Baca juga: Ciri-ciri manusia purba pithecantropus

Meganthropus Palaeojavanicus atau Manusia Kera Tertua Dijawa



Meganthropus di temukan pada tahun 1941 di desa sangiran, lembah sungai bengawan solo.

Fragmen atau bagian yang ditemukan oleh von koenigswald berupa rahang bawah sebelaah kanan( dengan kedua geraham muka dan geraham bawah),  rahang atas sebelah kiri (dengan geraham kedua dan ketiga) dan gigi lepas.

Mengapa fosil yang di temukan hanya bagian rahang saja?.

Alasan nya mungkin karena ditemukan di lembah sungai , mungkin saja bagian rahang ini bukan dari tempat tersebut.

Bisa saja merupakan bagian tubuh yang terbawa arus sungai. Atau bagian tubuh lain sudah terbawa oleh arus suangai.

Ciri-Ciri Fisik Palaeojavanicus


Berdasarkan fosil yang ditemukan, maka para ahli memperkirakan bahwa meganthropus palaeojavanicus memiliki ciri-ciri.
  • Tulang pipi tebal.
  • Kening menonjol.
  • Tidak memiliki dagu.
  • Geraham yang berbentuk besar.
  • Memiliki postur tubuh tegap.
  • Bentuk muka diduga masif.
  • Bentuk rahang bawah yang sangat tegap.
  • Memiliki bentuk gigi homonim.
  • Memakan tumbuh-tumbuhan.
  • Memiliki otot kunyah yang kuat.
  • Tengkorak belakang yang menonjol.
  • Permukaan kunyah tajuk terdapat banyak kerut.

Masa hidup meganthropus palaeojavanicus


Para ahli memperkirakan meganthropus hidup pada satu atau dua juta tahun yang lalu.

Para ahli yang berdebat tentang jenis manusia purba yang satu ini.

Karena fragmen meganthropus yang sangat sedikit bahkan sampai sekarang pun masih belum ditemukan lagi fragmen-fragmen manusia purba satu ini.

Dan sampai saat ini pun belum di temukan perkakas atau alat-alat bantu yang digunakan meganthropus untuk menjalani hidup nya, hal ini menjadi kesulitan para ahli untuk menentukan budaya dan cara hidup meganthropus.

Hal-hal tersebut juga menjadi sebuah keraguan bagi para ahli, apakah megantropus merupakan jenis pithecantropus atau australopithecus.

Sekian pembahasan mengenai manusia purba megantropus dan penemu nya. Terimakasih telah membaca...

0 Response to "Pengertian dan Ciri-Ciri Manusia Purba Meganthropus Palaeojavanicus Yang Di temukan Oleh Von koenigs Wall Pada 1941"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel