Jelaskan Pembagian Zaman Prasejarah Berdasarkan Arkeologi


Zaman prasejarah di Indonesia berakhir pada abad ke-5 masehi, yakni dengan ditemukan nya 7 buah prasasti bertuliskan huruf sansekerta yang dikenal dengan Yupa. 7 buah prasati tersebut mengungkap bahwa pada abad ke-5 di indonesia telah berdiri sebuah kerajaan yang sudah mengenal kebudayaan menulis, kerajaan tersebut bernama Kutai Kartanegara

Lalu yang menjadi pertanyaan, bagaimana tahapan zaman prasejarah di indonesia sehingga berakhir pada abad ke-5?

Baiklah kali ini kita akan mebahasnya bersama-sama.

Pembabakan Zaman Prasejarah Di Indonesia


Pembabakan zaman prasejarah dibedakan menjadi dua berdasarkan ilmu yang mengkajinya yakni geologi dan arkeologi. Geologi sendiri ialah ilmu yang mempelajari bumi, termasuk sejarah terjadinya. Sementara arkeolgi ialah ilmu yang mempelajari peninggalan kepurbakalaan, termasuk kebudayaan manusia


Peredaan geologi dan arkeologi jelas sangat berbeda.

Sebagai gambaran umum, pembabakan berdasarkan geologi dibagi menjadi 4 zaman yakni arkeozoikum, palezoikum, mesozoikum dan neozoikum. Dan pembabakan zaman berdasar arkeologi yakni zaman batu dan zaman logam, inilah yang akan kita bahas

Zaman Batu


Zama batu adalah zaman dimana manusia menggunakan peralatan yang kebanyakan terbuat dari batu atau bahan sederhana yang mudah ditemukan. Jadi pada zaman tersebut manusia hanya menggunakan bahan sederhana yang dijadikan sebagai alat penunjang kehidupan, seperti batu misalnya

Sebenarnya, apapun yang mereka temukan di alam asalkan dapat digukanakan untuk mempermudah pekerjaan mereka, mereka ambil dan gunakan. Seperti batu, tulang, kerang maupun kulit hewan. Wajar sebab intelegensi mereka belum secerdas manusia zaman sekarang

Zaman batu sendiri diperkirakan berlangsung sekitar 600.000 tahun sebelum masehi dan zaman ini terbagi menjadi 4 sub zaman yakni: Paleolitikum, Mesolitikum, Neolitikum dan Megalitikum. Baiklah tanpa berlama-lama, mari kita bahas

1. Zaman Batu Tua (Paleolitikum)


Zaman batu tua atau paleolitikum adalah awal dari zaman batu dimana alat perkakas yang mereka gunakan terbuat dari batu yang kasar. Pada zaman ini manusia masih sangat primitif, mereka tinggal berpindah-pindah (nomaden). Selain nomaden, manusia zaman ini juga masih sangat bergantung pada hasil alam untuk mencukupi kebutuhan nya

Ciri-Ciri Zaman Batu Tua

  • Hidup nomaden dan cenderung berpindah menyesuaikan kondisi alam disekitar, biasa tinggal di dalam gua dan tepi aliran sungai
  • Berkelompok dalam jumlah kecil, bisa 10-15 orang
  • Manusia zaman ini sangat bergantung sekali terhadap hasil alam seperti berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering)
  • Menggunakan alat dan perkakas yang sederhana dan masih kasar
  • Bahasa yang digunakan masih sederhana

Peninggalan Zaman Paleolitikum

Di Indonesia, manusia yang hidup pada zaman ini antara lain Meganthropus paleojavanicus, Pithecanthropus, Homo wajakinensis dan Homo soloensis. Manusia purba ini meninggal kan banyak jejak kehidupan daerah di indonesia

Sebut saja peniggalan paleolitikum yag banyak dijumpai di daerah Pacitan, Sangiran dan Ngandong. Kebudayaan Pacitan banyak ditemukan perkakas berupa kapak genggam (chopper) dan kapak perimbas. Guna kedua perkakas ini adalah untuk berbuburu dan mengumpulkan makanan

Sementara kebudayaan Ngandong banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari tulang, tanduk rusa, dan flakes dari batu calcedon. Gunanya ketiga alat ini ialah untuk menggali umbi-umbian, memotong dan mengupas makanan

  • Kapak genggam (chopper) untuk memotong makanan
  • Kapak perimbas
  • Flakes dari batu calcedon
  • Alat alat dari tulang dan tanduk rusa untuk mengupas makanan

2. Zaman Batu Tengah (Mesolitikum)


Mesolitikum atau zaman batu tengah adalah periode diantara zaman paleolitikum dan neolitikum yang diperkirakan terjadi 40.000 tahun SM, itu artinya periode ini berlangsung pada kala holosen. Tidak ada yang jauh berbeda antara zaman mesolitikum dan paleolitikum, manusia pada zaman ini masih mengumpulkan makanan dan sangat bergantung pada hasil alam

Namun pada masa ini, manusia sudah mulai menetap di gua dan tepian sungai walau masih sering berpindah tempat tinggal. Sementara peralatan perkakas dari periode ini sudah mulai sedikit diperhalus

Adapun manusia yang mengalami periode ini adalah homo sapiens, nenek moyang manusia modern ini memiliki pemikiran yang lebih cerdas dari pendahulunya. Hal ini dibuktikan dengan adanya lukisan di dinding gua pettae dan pettae kere di Leang-Leang Sulawesi Selatan

Baca Juga: [Pengertian Kjokkenmonddinger dan Abris Sous Roche]

Ciri-Ciri Zaman Mesolitikum

  • Tinggal di gua dan tepian sungai namun masih nomaden
  • Hidup berkelompok dan masih mengandalkan makanan dari alam menggunakan teknik berburu dan food gathering
  • Sudah mengenal kegiatan bercocok tanam walau sederhana
  • Sudah mengenal kepercayaan dan penguburan mayat
  • Alat perkakas yang diperhalus tidak kasar seperti zaman paleolitikum


Peninggalan Zaman Mesolitikum

  • Kjoken mondinger atau sampah dapur yang ditemukan di sepanjang pantai timur Sumatra
  • Abris saus roche Gua Lawa Sambung  di Jawa Timur
  • Flakes dan alat-alat dari tulang
  • Ujung mata panah
  • Kapak persegi
  • Kapak genggam (pabble)
  • Kapak pendek (hache courte)
  • Pipisan atau batu-batu giling
  • Lukisan gambar di dinding-dinding gua
  • Dan kapak-kapak dari batu kali

3. Zaman Batu Muda (Neolitikum)


Zaman neolitikum ditandai dengan manusia yang sudah dapat memproduksi makanan nya sendiri dengan bercocok taman (food producing). Dengan demikian ketergantungan terhadap alam semakin berkurang walau masih bergantung

Manusia pada zaman ini sudah menetap dan membangun rumah disuatu tempat yang strategis dengan kondisi hasil alam yang melimpah. selain itu, mereka juga membuka lahan-lahan baru untuk dijadikan lahan pertanian

Untuk masalah alat-alat penunjang kehidupan, alat yang digunakan sudah halus dan dibuat dari batu yang dibentuk lebih baik dan dapat diasah sehingga lebih tajam. Pada zaman ini juga manusia telah mengenal tata cara membuat gerabah untuk wadah wakanan dan lain nya

Ciri-Ciri Zaman Neolitikum

  • Tinggal menetap tidak nomaden lagi
  • Sudah menghasilkan makanan sendiri (foof prosuducing) dengan bercocok tanam, beternak dan berladang
  • Memiliki pemimpin kelompok, biasanya yang terkuat
  • Memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme
  • Sudah mengenal pembagian tugas

Peninggalan Zaman Neolitikum

  • Pahat segi panjang yang ditemukan di Tiongkok Tengah-Selatan hingga Indonesia
  • Kapak persegi, misalnya pacul, beliung dan torah yang banyak ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, Nusatenggara, Sulawesi hingga Kalimantan
  • Kapak lonjong yang ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, dan Minahasa
  • Mata tombak dan mata panah di Sulawesi dan Jawa Timur
  • Perhiasan dari tulang dan kulit kayu
  • Tembikar (periuk belanga) yang ditemukan di Sumatra, Jawa dan Sumba

4. Zaman Batu Besar (Megalitikum)


Zaman megalitikum berlangsung sekitar 6.000-2.000 sebelum masehi, zaman ini merupakan akhir dari zaman batu dimana manusia semakin berkembang dalam berbagai bidang kehidupan seperti keepercayaan, pertanian, peternakan dan perekonomian

Pada zaman ini banyak ditemukan peninggalan berupa batu-batu besar yang memiliki bentuk dan fungsi tersendiri-sendiri. Itulah mengapa pada zaman ini dinamakan zaman batu besar. Kebudayaan megalitikum berlangsung dari zaman neolitikum sampai zaman perunggu

Ciri-Ciri Zaman Magalitikum

  • Tinggal menetap dan membuat rumah
  • Mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme
  • Manusia zaman ini membuat peninggalan yang terbuat dari batu-batu besar
  • Memiliki pemimpin kelompok
  • Mengenal penguburan dan memperlakukan mayat dengan baik
  • Sudah pasti berburu dan beternak, berladang dan bercocok tanam (food producing)

Peninggalan Zaman Megalitikum

  • Menhir; tugu batu untuk memuja roh nenek moyang
  • Dolmen; meja batu untuk meletakan sesaji
  • Sarkofagus; peti mati
  • Kubur batu; kuburan dari batu pipih
  • Waruga; peti yang berbentuk mirip rumah yang ditemukan di Minahasa dan Sumba
  • Punden berundak; batu yang disusun bertingkat untuk menyembah roh nenek moyang
  • Arca batu atau patung berbentuk binatang atau manusia
Baca juga: [peninggalan zaman megalitikum] agar lebih paham


Zaman Logam


Zaman logam diperkirakan dimulai semenjak 2300 SM, orang pada zaman ini telah mengenal bahan logam dan cara  tata cara meleburkan nya. Alat-alat penunjang kehidupan kini tidak hanya terbuat dari batu saja namun ada yang terbuat dari logam seperti perunggu dan besi

Pada zaman ini, muncul golongan undagi atau pertukangan yang mahir membuat pekerjaan tangan. Itulah sebabnya, zaman logam bisa juga disebut zaman perundagian atau pertukangan. Di indonesia sendiri, zaman logam dibedakan menjadi dua sub yang berbeda yakni zaman perunggu dan zaman besi

5. Zaman Perunggu


Dimulainya zaman perunggu bukan berarti zaman batu telah berakhir. Tidak, zaman batu masih tetap bergulir, hanya saja zaman perunggu ialah tanda bahwa manusia pada zaman ini telah mengenal logam sehingga mengganti alat-alat yang sebelumnya dari batu kemudian menjadi perunggu

Zaman perunggu merupakan hasil asimilasi dari masyarakat asli indonesia (proto melayu) dengan bangsa mongoloid sehingga membentuk ras baru yakni deutro melayu (melayu muda). Ras deutro melayu inilah yang menjadi penunjang zaman perunggu di indonesia

Ciri-Ciri Zaman Perunggu

  • Manusia telah mengetahui tata cara meleburkan logam
  • Dikawasan asia tenggara zaman perunggu dimulai sekitar 3000-2500 SM
  • Manusia penunjang zaman perunggu ialah ras dutro melayu atau melayu muda


Peninggalan Zaman Perunggu

  • Kapak corong, kapak yang terbuat dari perunggu yang ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi dan Keupulauan Selayar. Kapak ini digunakan sebagai alat perkakas
  • Nekara perunggu (moko), berbentuk seperti dandang digunkakan sebagai mas kawin dan acara keagamaan. Banyak ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, Sumbawa, Roti, Leti dan Keupulauan Selayar
  • Bejana perunggu yang banyak ditemukan di Madura dan Sumatra
  • Arca perunggu yang ditemukan di Bang-kinang Riau, Lumajang dan Bogor Jawa Barat


6. Zaman Besi


Kebudayaan meleburkaan besi berasal dari budaya dongson di Tonkin Vietnam. Meleburkan besi ternyata lebih sulit dari pada meleburkan peruggu dan tembaga. Ini karena besi membutuhkan suhu kurang lebih 35000 celsius untuk melebur

Temuan alat-alat yang terbuat dari besi pada zaman logam di indonesia terbilang sedikit dibandingkan dengan alat-alat yang terbuat dari perunggu. Hal ini karena tingkat kesulitan meleburkan besi juga karena alat-alat dari besi kebanyakan dibuat pada zaman sejarah bukan prasejarah dengan alat yang sudah semakin modern

Ciri-Ciri Zaman Besi

  • Manusia sudah bisa meleburkan besi dan membuat alat dari bahan ini
  • Zaman besi ialah hasil dari budaya dongson di Tonkin
  • Dimulai sekitar 700 sampai 1 Sebelum masehi


Peninggalan Zaman Besi

  • Mata kapak
  • Mata sabit
  • Mata pisau
  • Mata pedang
  • Cangkul

Tidak seperti wilayah di dataran eropa yang mengalami tiga zaman logam yakni perunggu, tembaga dan besi, di indonesia khusus nya kawasan asia tenggara tidak mengalami zaman tembaga. Itu artinya ketika zaman perunggu telah usai kemudian langsung beralih ke zaman besi

0 Response to "Jelaskan Pembagian Zaman Prasejarah Berdasarkan Arkeologi"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel