Resensi Novel: Assalamualaikum Calon Imam Karya Ima Madaniah, Novel Remaja Islam Kekinian

Source Www.celebrity.okezone.com
Assalamualaikum, apa kabar temen-temen?

Kali ini aku akan mengulas banyak hal tentang novel karya kak Ima yang berjudul assalamualaikum calon imam.

Ulasan ini akan aku sajikan secara lengkap, versi aku tentunya

Oke kita ulas dulu isi luar novelnya dulu yah

Baca artikel menarik lainnya: [Resensi Novel Berdamai Dengan Patah Hati]

Penulis

Novel assalamualaikum calon imam ditulis oleh wanita kelahiran Bandung 24 Desember 21 tahun silam, perkenalkan ia adalah Ima Madaniah.

Menurut nya, menulis bagaikan ikut berpartisipasi membuka jendela dunia.

Selain hobi menulis Ima juga suka tertarik pada bidang-bidang medis, tuturnya ia ingin menjadi Ibnu Sina abad sekarang.

Kesukaan dan bakat nya menulis sudah dibuktikan dengan karya perdananya yaitu buku ini yang sukses membuat pembacanya terpesona.

Cover Buku

Cover dari novel ini begitu feminim, dengan balutan warna merah muda dengan background gadis berkerudung yang nampak dari belakang.

Menurut ku sampulnya terlalu feminim sehingga kalau di baca oleh laki-laki ditempat umum agak risih sih emang.

But, don't look a book from the cover, sampul sih emang feminim tapi isinya asli bikin ngangenin.

Tebal Halaman

Novel ini memiliki tebal sekitar 3 cm lah, dengan 476 halaman. Kalau aku pribadi sih butuh waktu 3 harian untuk menyelesaikan dan membaca novel ini.

Nyatanya tebal tetapi tidak bikin bosen, sebab cerita yang menarik dan penuh kejutan senantiasa hadir di Setiap lebar demi lembar novel ini.

Penerbit 

Coconut books

Harga

Novel ini bisa kalian dapatkan dengan merogoh kocek Rp 94.000,00 di Gramedia di kota kalian. Atau mungkin berbeda harga jika membeli di toko buku sekitar rumah kalian.

 Source www.shopee.co.id

Resensi Novel: Assalamualaikum Calon Imam

Novel ini bercerita tentang kisah cinta seorang gadis hingga mendapatkan calon imam yang di idamkan-idamkan. Namun, jalan bertemu calon imamnya ini lah yang seru dan penuh kejutan.

Nafisyha qaila akbar mahasiswi farmasi di salah satu universitas dalam negeri merupakan seorang gadis cantik, baik dan solihah yang harus dihadapkan kepada jurang kesakitan dimana pria yang ia cintai malah menganggapnya sebagai sahabat dan malah menikah dengan kakaknya sendiri.

Pria itu bernama Jidan, Jidan ialah teman dari kecil Nafisya dan kakaknya yaitu Salsya. Konflik batin terus bergejolak ketika ia terus memendam rasa suka kepada sosok Jidan yang tak lain akan menjadi kakak iparnya sendiri.

Selain cinta yang membuat nya sakit, kebencian yang mendalam ia pendam kepada sosok ayahnya yang tega menceraikan ibunya dahulu.

Benci dan sakit hati Nafisya teryata tidak membuat ia marah kepada sang pencipta, ia tetap giat beribadah serta selalu memunajat sebuah doa.

Setelah rasa benci dan patah hati, kini Nafisya memiliki masalah baru yaitu pertemuan ia dengan sosok pria bernama Alif yang berprofesi sebagai dokter sekaligus dosen.

Siapakah doker Alif ?

Alif adalah dosen pengganti yang automatis mengajar mahasiswa farmasi termasuk Nafisya.

Baca artikel menarik lainnya: [Resensi Novel Diantara Dua Sujud]

Namun, dokter Alif memiliki sifat dingin dan kerap memberikan detensi/hukuman kepada mahasiswanya yang telat memasuki kelasnya. Tak terkecuali Nafisya yang kerap kali telat karena ada saja masalah yang akan ia dapati ketika berangkat kuliah.

Namun walaupun dingin dokter Alif adalah sosok yang religius, gagah dan mapan.

Singkat cerita, rasa sakit hati Nafisya telah sampai pada batas-nya ketika pernikahan Jidan dan salsya kakaknya digelar sebentar lagi. Kini ia benar-benar harus melupakan sosok Jidan dalam hatinya.

Alhasil sampai suatu waktu rasa sakit dan benci dan tugas yang numpuk membuat emosi Nafisya memuncak dan membuat ia ingin meninggalkan Indonesia untuk kuliah di Jerman.

Sebelum meninggalkan Indonesia, masalah Nafisya mulai berguguran seiring ia mulai sering bertemu dengan ayahnya dan kini ia mengetahui bahwa ayahnya memiliki riwayat penyakit komplikasi.

Rasa bersalah pun muncul dan kini Nafisya telah memaafkan ayahnya. Namun Semua itu terlambat, kini ayahnya telah diujung maut.

Rasa penyesalan yang amat mendalam ia rasakan, sebelum meninggal Abi nya ingin melihat semua anaknya menikah, dan hanya Nafisya lah yang belum menikah.

Mengetahui itu Alif yang sebenarnya menyukai Nafisya namun terhalang karena ia tahu Nafisya tidak menyukai nya memberanikan diri untuk menkhitbah dan menikah dengan Nafisya.

Ijab qobul pun dilaksanakan dengan haru, surat Ar-rahman surat ke 55 menjadi mahar pernikahan kedua mempelai itu.

Ijab telah terucap dan Abi Nafisya meninggal dengan senyum bahagia. Hari demi hari telah berlalu, kini Nafisya dan Alif resmi menjadi suami istri.

Kehidupan suami istri Nafisya dan dokter Alif terbilang tidak normal dengan tidak ada rasa cinta dan masih ada rasa canggung dikeduanya.

Namun, lambat laun mulai ada dan tumbuh rasa cinta antara kedua nya. Dan setelah setengah tahun berlalu kini rumah tangga nya dibalut rasa bahagia. Nafisya kini benar-benar melupakan sosok Jidan dan kini yang ada dalam hatinya ialah sosok Alif seorang.

Sambil menyelesaikan kuliahnya, dengan dibantu suaminya yang sekaligus adalah dosen nya.

Membuat hidup Nafisya begitu bahagia, namun keduanya tidak pernah mengungkapkan rasa cinta satu sama lainnya sehingga pernikahan mereka walau telah berjalan beberapa bulan belum ada hubungan layaknya suami istri lainya.

Konflik selanjutnya ialah inti klimaks dari novel ini dimana Nafisya diam-diam memendam rahasia berupa sakit parah yang membuat dirinya harus cacat seumur hidup.

Ia harus dihadapkan kesebuah pilihan yang teramat sulit. ia harus memilih meninggalkan Alif agar Alif bisa hidup bahagia tanpa merawat dirinya yang akan cacat atau memilih harus memilih hidup bersama Alif.

Jika ia memilih hidup bersama Alif ia menganggap dirinya begitu egois. Akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan Alif agar Alif hidup dengan bebas tanpa harus merawat dirinya.

Pil pahit ia telan sendiri, tanpa alasan yang pasti ia berencana menceraikan Alif seusai dia wisuda.

Benar saja setelah usai wisuda ia menceraikan dokter Alif dengan alasan yang tidak sesuai dengan keadaan nya.

Hal inipun membuat rasa kecewa Alif dan membuat dirinya bertanya-tanya apa salahnya?.

Ternyata Nafisya tidak mau merepotkan Alif, ia tidak mau membuat orang yang di cintai nya merawat dirinya yang penyakit an dan akan cacat seumur hidup. Ia pun memilih meninggalkan Alif dengan alasan yang terbilang sadis.

Setelah bercerai, sakit yang diderita Nafisya semakin parah. Sampai akhirnya ia harus dirawat beberapa bulan.

Dokter Alif yang tidak tahu akan masalah yang Nafisya pendam menganggap Nafisya hanya memanfaatkan dirinya dan timbulah kebencian yang amat dalam.

Namun, setelah beberapa bulan berjalan semuanya terungkap dan rasa kecewa kini telah berubah ke rasa cinta yang amat mendalam.

Melihat kondisi Nafisya membuat doter Alif bersedih, kenapa Nafisya harus merahasiakan semuanya. Dikala penyakit Nafisya semakin parah dan perlu tindakan operasi inilah yang menjadi ending dari novel ini.

Rasa haru dan sedih dirasakan oleh pembaca, operasi itu berjalan secara dramatis. Setelah usai operasi kini Alif merawat Nafisya yang koma beberapa bulan.

Ia rawat istrinya dengan penuh kesabaran dan kasih sayang hingga sampai lah pada penantian yang amat berharga dimana Nafisya kembali sadar.

Rasa shukur terus dipanjatkan oleh Alif dan selesai, kini mereka hidup bahagia Dengan dikaruniai dua buah hati kembar.

Nah sekian lah resensi novel assalamualaikum calon imam, bagaimana tertarik untuk membacanya?

Akhir kata Wassalamualaikum warohmatulohi wabarokatu.

0 Response to "Resensi Novel: Assalamualaikum Calon Imam Karya Ima Madaniah, Novel Remaja Islam Kekinian"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel