Tilik Sejarah Kerajaan Singasari Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan


Singasari merupakan kerajaan bercorak Hindu di Indonesia. Letak kerajaan ini berada di daerah Malang Jawa Timur. Singasari adalah awal dari sejarah panjang munculnya kerajaan-kerajaan besar di tanah Jawa.

Hal ini karena bermula dari Singasari dikemudian hari muncullah sebuah kerajaan adidaya di Nusantara, namanya ialah Majapahit. Raja Majapahit adalah anak cucu dari penguasa Singasari sendiri.

Lebih jelasnya saya akan menceritakan sejarah singkat dari kerajaan Singasari dalam artikel ini.

Kerajaan Singasari


Singasari adalah kerajaan bercorak Hindu yang berletak di daerah Singosari, Malang Jawa Timur. Kerajaan ini didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 setelah berhasil mengalahkan Kerajaan Kediri yang di pimpin oleh Kertajaya dalam perang di Desa Genter. Perang ini terjadi sekitar tahun 1221-1222.

Setelah memenangkan pertempuran, Ken Arok kemudian mengubah Kadipaten Tumapel menjadi kerajaan Singasari dengan menobatkan dirinya sendiri menjadi raja pertama dengan gelar Sri Rajasa Sang Awurwabhumi.

Raja-Raja Kerajaan Singasari


Dalam kitab paraton atau kitab para raja menyebutkan bahwa Kerajaan Singasari dalam perjalanan nya di pimpin oleh beberapa raja diantaranya adalah:

  1. Ken Arok dengan gelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi (1222 - 1247).
  2. Anusapati (1247 - 1249).
  3. Tohjaya (1249 - 1250).
  4. Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250 - 1272).
  5. Kertanagara (1272 - 1292).

Ken Arok (1222-1227)


Asal usul Ken Arok tidaklah begitu jelas, namun yang pasti dia adalah rakyat biasa bukan bangsawan keturunan raja. Walaupun dia seorang rakyat jelata, namun ia berhasil menjadi seorang penguasa sebuah kerajaan.

Ken Arok lahir sekitar tahun 1182 dan meninggal pada tahun 1227. Ibunya bernama Ken Ndok dari Desa Jiwut, Nglegok, Blitar. Sementara bapaknya tidak diketahui secara pasti.

Sewaktu bayi Ken Arok sudah dibuang di pekuburan lalu di pungut oleh penyamun bernama Ki Lembong. Dibesarkan oleh seorang penjahat membuat Ken Arok mengikuti jejak ayah angkatnya tersebut. Ia menjadi seorang penyamun.

Singkat cerita, ia menjadi akuwu di Tumapel setelah membunuh Tunggul Ametung atasan nya dengan keris empu gandring sewaktu dia tidur. Setelah menjadi akuwu Tumapel ia berkonsiliasi dengan kaum brahmana untuk menggulingkan pemerintahan Kertajaya, raja Kediri.

Pemberontak itu berakhir perang antara Kerajaan Kediri dengan Tumapel dimenangkan oleh Tumapel. Setelah mengalahkan Kertajaya, Ken Arok mendirikan Kerajaan Singasari pada tahun 1222.

Ken Arok kemudian menjadi raja dengan gelar Sri Rajasa Sang Awurwabhumi sekaligus mendirikan sebuah dinasti bernama Dinasti Rajasa. Dari dinasti inilah akan lahir Hayam Wuruk Raja Majapahit yang termasyhur.

Adapun Ken Arok memiliki beberapa anak dari pernikahannya dengan Ken Dedes dan selirnya Ken Umang.

Dari Ken Dedes ia memperoleh tiga putra dan satu putri: Mahisa Wunga Teleng, Panji Saprang, Agni Bhaya, dan Dewi Rimbu. Dari pernikahannya dengan Ken Umang, Ken Angrok mempunyai tiga putra dan seorang putri: Panji Tohjaya, Panji Sudatu, Tuan Wregola, dan Dewi Rambi.

Anusapati (1247 - 1249)


Pada saat menikahi Ken Dedes, Ia telah mengandung anak dari Tunggul Ametung. Anak itu kemudian hari lahir dan diberi nama Anusapati.

Namun, Anusapati sebagai anak merasa di anak duakan oleh Ken Arok. Ia kemudian bertanya kepada ibunya kenapa hal ini terjadi. Ken Dedes kemudian menjelaskan bahwa sebenarnya ia bukan anak kandung Ken Arok. Ia anak dari Tunggul Ametung.

Ken Dedes juga menjelaskan bagaimana ayah kandungnya terbunuh oleh Ken Arok. Anusapati kemudian menaruh dendam kepada Ken Arok. Ia kemudian merencanakan pembunuhan terhadap Raja Singasari tersebut.

Ia kemudian menyuruh bawahan nya mengeksekusi Ken Arok ketika ia lengah dengan keris empu gandring. Dan benar saja, Ken Arok mati oleh anak tirinya sendiri.

Pada tahun 1227 Ken Arok meninggal dibunuh, mayatnya kemudian di kubur kan di Kegenengan di bangunan Siwa Buddha. Setelah Ken Arok meninggal, Anusapati maju menjadi raja kedua Singasari.

Anusapati menjadi raja yang penuh kewaspadaan dan rasa was-was. Ia takut anak-anak Ken Arok menuntut balas atas kematian ayahnya tersebut. Dan benar saja, ia mati di tangan Tohjaya pada tahun 1249.

Panji Tohjaya (1249 - 1250)


Tohjaya adalah anak Ken Arok dengan selirnya Ken Umang. Setelah kematian ayahnya, Tohjaya menaruh curiga bahwa pembunuh Ken Arok sebenarnya adalah Anusapati.

Benar saja setelah yakin bahwa Anusapati adalah pembunuh Ken Arok, Tohjaya mulai merencanakan rencana balas dendam.

Rencana nya ialah mengajak Anusapati menonton pertandingan sabung ayam, hal ini karena Anusapati sangat suka menyabung ayam.

Ketika lengah Tohjaya merebut keris empu gandring dan menusukan kedada Anusapati seketika itu juga. Dan tewaslah Anusapati di tangan Tohjaya. Kejadian ini terjadi pada tahun 1249.

Ranggawuni/Wisnuwardhana (1250 - 1272)


Pemerintah an Tohjaya tidaklah lama, baru beberapa tahun berjalan ia dikudeta oleh anak Anusapati yang bernama Ranggawuni yang berkomplot dengan Mahisa Cempaka.

Tohjaya tewas dalam pemberontak tersebut. Setalah berhasil mengkudeta Tohjaya, Ranggawuni menobatkan dirinya sebagai penerus raja Kerajaan Singasari.

Kertanagara (1272 - 1292)


Satu satunya raja yang naik tahta dengan damai ialah Kertanegara sebab ia adalah anak Ranggawuni. Ia dinobatkan sebagai raja pada tahun 1272 menggantikan ayahnya.

Pada masa pemerintahan Kertanegara Singasari mencapai puncak kejayaannya. Pada masa ini Singasari banyak menaklukkan beberapa kerajaan di sekitar nya bahkan sampai Sumatra.

Kertanegara juga dengan tegas menolak tunduk di bawah kekuasaan Mongol yang di pimpin boleh Kubilai Khan. Ia menyulut perang dengan menganiaya utusan monggol bernama Meng khi.

Namun, pemerintahan Kertanegara berakhir setelah di kudeta oleh Jayakatwang penguasa kadipaten gelang-gelang di Kediri. Akibat pemberontakan tersebut, Kertanegara tewas beserta segenap keluarga kuturunan Ken Arok. Kecuali Raden Wijaya.

Peninggalan Kerajaan Singasari


  1. Candi Singasari
  2. Candi Jago
  3. Candi Sumberawan
  4. Candi Jawi
  5. Candi Kidal
  6. Arca Dwarapala
  7. Prasasti Singasari
  8. Prasasti Wurare
  9. Prasasti Manjusri
  10. Arca Prajnaparamita
  11. Arca Ganesha
  12. Prasasti Mula Malurung
  13. Prasasti Kudadu
  14. Prasasti Amoghapasa
  15. Candi Amoghapasa
  16. Pemandian Suci
Begitulah cerita sejarah singkat Kerajaan Singasari yang terkenal di tanah Jawa. Baiklah sekian kiranya tulisan saya kali ini.

0 Response to "Tilik Sejarah Kerajaan Singasari Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel